Alat penguat sinyal untuk kampungku
Pada suatu hari ada anak bernama Doni. Ia tinggal di jakarta sejak ia masih kecil hingga kini bersama orang tuanya, doni sekarang duduk di bangku SLTP kelas 8. Ia adalah anak yang sangat pintar di sekolanya ia selalu belajar dari kesalahanya untuk dapat belajar lebih baik. Karena adanya wabah corona covid-19 ia harus belajar jarak jauh mengunakan smartphone mengukuti anjuran pemerintah.
Karena doni merupakan anak yang terbilang cerdas dan dari kepintaranya ia pernah sesekali waktu di undang ke Jawa tengah untuk mengikuti lomba tentang teknologi, dan itu menjadikan sebuah pengalaman yang terbaik bagi doni selama ini.
Saat doni di kampung dan sempat berfikir tentang keadaan di sana yang memang kondisi di kampungnya tidak ada sinyal ia bilang ke enam orang temanya untuk membantu membuat alat penguat sinyal di kampungnya untuk memperlancar kegiatan belajar mengajar secara jarak jauh.
Mereka mencoba berkali kali tetapi masih saja gagal, namun pada percobaan mereka yang ke enam kalinya berhasil mereka senang berkereasi dan mereka banyak belajar dari kegagalan tersebut, Karna keberhasilannya ia di berikan penghargaan oleh warga di kampungnya, mereka ber enam senang belajar dari kegagalan mereka masing masing,
Dan kini doni bersama temanya telah berhasil membuat kampungnya masuk jaringan internet dan ibunya Banga karna mendapatkan juara ke1 di lomba seputar teknologi di kampungnya selain itu dia juga membuat alat penguat sinyal dan proses belajar mengajar jarak jauh menjadi lancar.
Saat pulang ke jakarta ia sudah di tungu teman temanya karna keberhasilannya. 😆😆😆

ga ni gw varkha
BalasHapus